JENIS-JENIS TES POTENSI AKADEMIK (TPA)
JENIS-JENIS TES POTENSI AKADEMIK (TPA)

Secara garis besar, Tes Potensi Akademik dibagi 4 subtes yaitu tes bahasa (verbal), tes angka (numerik), tes logika, dan tes gambar (spasial). Dibawah ini penjelasan pada masing-masing subtes Tes Potensi Akademik (Aristo, 2012).

Tes bahasa (verbal)

Tes bahasa (verbal), pada TPA subtes ini dibagi menjadi 4 bidang bahasa, yaitu:

  1. Tes lawan kata (antonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang menjadi lawan kata pada soal yang tersedia
  2. Tes persamaan kata (sinonim) yaitu peserta tes diminta untuk mencari satu kata yang menjadi persamaan kata pada soal yang tersedia
  3. Tes pengelompokan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang tidak termasuk kategori sejenis
  4. Tes padanan kata yaitu peserta diminta untuk mencari satu kata yang sesuai dengan pasangannya pada soal yang tersedia.

Harry Tolley menjelaskan bahwa membaca dan memahami kalimat atau kata yang tertulis serta kemampuan bahasa adalah salah satu cara untuk melihat kemampuan seseorang. Tes ini juga sangat erat hubungannya dengan tes kognitif, tes kecerdasan maupun tes psikometri. Subtes ini dirancang untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menggunakan bahasanya seefektif mungkin dengan bahasa baku (Aristo, 2012).

Tes angka (numerik)

Tes angka (numerik), pada TPA subtes ini dibagi menjadi 5 bidang numeric, yaitu:

  1. Tes angka pada cerita yaitu peserta diminta untuk membaca soal cerita yang tersedia di soal dan menjawab pertanyaan yang sesuai dengan kehendak soal pada kolom jawaban dengan cepat
  2. Tes logika angka yaitu peserta diminta untuk menalar persamaan angka yang tersedia pada kolom jawaban secara logis
  3. Tes seri huruf yaitu peserta diminta untuk menjawab huruf selanjutnya yang rumpang pada deret huruf dan biasanya pada bagian ini mempunyai pola tertentu
  4. Tes deret (serial angka) yaitu peserta diminta untuk menjawab bilangan selanjutnya yang rumpang pada deret angka dan biasanya pada bagian ini deret angka mempunyai pola tertentu juga
  5. Tes hitungan (aritmatika) yaitu peserta diminta untuk menghitung dengan menambah, membagi, mengali maupun membagi bilangan yang tersedia di soal dan biasanya soal pada bagian ini menjebak hitungan peserta walaupun terlihat mudah (Aristo, 2012).

Tes logika

Pada TPA tes ini berguna untuk menguji memecahkan masalah dengan logis dan penalaran. Subtes ini dibagi menjadi 4 bidang logika, yaitu:

  1. Tes logika diagram yaitu peserta diminta untuk menginterpretasikan suatu diagram yang tersedia pada soal dan jawaban biasanya berupa pernyataan yang sesuai pada diagram soal
  2. Tes logika cerita yaitu peserta diminta untuk membaca suatu cerita yang tersedia di soal dan menjawab soal-soal yang berhubungan dengan cerita pada soal tetapi biasanya pertanyaan dan jawaban pada soal tidak secara langsung terdapat jawabannya pada cerita
  3. Tes silogisme (analisa sebuah pernyataan dan kesimpulan) yaitu peserta diminta untuk apakah pernyataan dan kesiimpulan yang diambil dalam soal maupun jawaban sudah benar atau belum
  4. Tes logika umum yaitu peserta diminta untuk menalar suatu pernyataan yang logis dengan cepat (Aristo, 2012).

Tes gambar (spasial)

Pada TPA tes ini dibagi menjadi 4 bidang spasial, yaitu:

  1. Tes padanan gambar yaitu peserta diminta untuk mencocokkan gambar yang sesuai dengan pertanyaan dengan jawaban yang ada
  2. Tes bayangan gambar yaitu peserta diminta untuk menalar bagaimana suatu gambar akan dicerminkan pada suatu bayangan dan hasil dari bayangan tersebut memberi gambaran seperti pada kolom jawaban yang tersedia
  3. Tes kelompok gambar yaitu peserta diminta untuk mengelompokkan gambar yang sesuai kondisi atau satu kategori yang sama dengan kategori yang berbeda pada jawaban
  4. Tes identifikasi gambar yaitu peserta diminta untuk mengidentfikasi gambar apa yang tertera pada soal maupun jawaban yang tersedia (Aristo, 2012).

Post by Ardi almaqassary at 17 May 2020 18:35:02