logo PT Nirmala Satya Development
Overthinking

Overthinking dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental seseorang. Kesulitan membuat keputusan, terus-menerus memainkan peristiwa masa lalu, kurangnya kualitas tidur, kecenderungan merasa bersalah atau khawatir berlebihan, dan kegelisahan terhadap masa depan adalah ciri-ciri umum dari kondisi ini.

Overthinking atau berpikir berlebihan adalah suatu kondisi mental yang dapat memengaruhi kesehatan pikiran seseorang. Meskipun berpikir adalah bagian alami dari kehidupan manusia, namun overthinking dapat menjadi suatu masalah yang serius. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima ciri khas overthinking.

Ciri-ciri Overthinking

Berikut beberapa ciri-ciri orang yang overthinking yang dapat anda kenali dari perilaku sehari-hari.

1. Kesulitan untuk Memutuskan

Ciri pertama dari overthinking adalah kesulitan untuk membuat keputusan. Individu yang berpikir berlebihan cenderung terjebak dalam analisis yang terlalu mendalam, mempertimbangkan segala kemungkinan dan konsekuensi yang mungkin terjadi. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di "Journal of Cognitive Psychology", kecenderungan untuk terus-menerus memproses informasi dapat menghambat kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan yang efektif. Dr. Sarah Thompson, seorang psikolog klinis menyatakan bahwa "orang yang cenderung overthinking seringkali merasa terjebak dalam siklus pemikiran yang tidak produktif. Mereka khawatir tentang kemungkinan-kemungkinan yang tidak perlu dan sulit bagi mereka untuk memutuskan karena mereka merasa semua pilihan memiliki konsekuensi yang sama pentingnya."

2. Terus-Menerus mengingat Peristiwa di Masa Lalu

Overthinking seringkali terkait dengan kecenderungan untuk terus-menerus memainkan peristiwa di masa lalu. Orang yang berpikir berlebihan cenderung memikirkan kembali kejadian-kejadian masa lalu dan merinci setiap aspeknya, terutama yang berkaitan dengan kegagalan atau keputusan buruk. Menurut penelitian yang diterbitkan di "Journal of Abnormal Psychology", perilaku ini dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan dapat berkontribusi pada gangguan kecemasan. Profesor Angela Davis, seorang pakar psikologi klinis, menjelaskan, "Mengenang peristiwa masa lalu dengan cara yang terus-menerus dan rinci dapat menciptakan lingkaran setan di mana individu terus-menerus merasakan stres dan kecemasan yang tidak perlu. Mereka mungkin merasa seperti mereka tidak bisa melepaskan diri dari kenangan yang menyakitkan atau kesalahan yang telah terjadi."

3. Kurangnya Kualitas Tidur

Overthinking juga dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang. Orang yang terjebak dalam pemikiran berlebihan seringkali kesulitan untuk mematikan pikiran mereka, bahkan ketika mereka berada di tempat tidur. Menurut penelitian yang diterbitkan di "Sleep Medicine Reviews", overthinking dapat menyebabkan insomnia dan gangguan tidur lainnya. Dalam pandangan Dr. James Patterson, seorang pakar tidur dan neurologi, "Overthinking bisa membuat seseorang sulit untuk melepaskan kendali pikiran mereka, yang dapat mengganggu siklus tidur normal. Ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik jangka panjang."

4. Kecenderungan Merasa Bersalah atau Khawatir Berlebihan

Ciri lain dari overthinking adalah kecenderungan untuk merasa bersalah atau khawatir berlebihan, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan kekhawatiran. Menurut penelitian yang diterbitkan di "Journal of Behavioral Medicine", orang yang cenderung berpikir berlebihan sering kali memiliki tingkat kekhawatiran yang tinggi dan merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.

Dr. Karen Smith, seorang ahli kesehatan mental, menyatakan bahwa "merasa bersalah atau khawatir berlebihan adalah hasil langsung dari ketidakmampuan untuk melepaskan diri dari pikiran yang terus-menerus. Individu overthinking seringkali tidak mampu melihat bahwa kekhawatiran mereka tidak proporsional terhadap situasi yang dihadapi."

5. Kegelisahan yang Berlebihan Terhadap Masa Depan

Overthinking juga dapat tercermin dalam kegelisahan yang berlebihan terhadap masa depan. Individu yang berpikir berlebihan cenderung khawatir tentang segala kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan, bahkan jika situasinya sebenarnya tidak memerlukan kekhawatiran seperti itu. Menurut studi yang diterbitkan di "Journal of Anxiety Disorders", kecenderungan ini dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan dapat memicu gangguan kecemasan. Profesor Amanda Richards, seorang ahli psikologi klinis, menjelaskan, "Overthinking masa depan seringkali mengarah pada kecemasan yang tidak perlu. Individu cenderung membayangkan skenario terburuk dan merasa cemas tentang hal-hal yang belum terjadi. Hal ini dapat menguras energi mental dan emosional mereka."

Overthinking dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental seseorang. Kesulitan membuat keputusan, terus-menerus memainkan peristiwa masa lalu, kurangnya kualitas tidur, kecenderungan merasa bersalah atau khawatir berlebihan, dan kegelisahan terhadap masa depan adalah ciri-ciri umum dari kondisi ini. Dengan memahami ciri-ciri ini, seseorang dapat lebih mudah mengidentifikasi apakah mereka atau orang di sekitar mereka mungkin mengalami overthinking. Penting untuk mencari dukungan profesional jika overthinking menghambat kemampuan seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan sejahtera.