logo PT Nirmala Satya Development
Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang sangat merusak dengan konsekuensi negatif yang signifikan bagi pasien.

Berbagai dampak bisa terjadi apabila seseorang sudah memiliki gangguan ini secara akut. Selain dampak fisik, anoreksia nervosa juga memiliki dampak psikologis, emosional, dan sosial yang sangat buruk. Dalam artikel ini, kami akan membahas lebih jauh mengenai anoreksia nervosa dan mengidentifikasi lima dampak negatif yang dialami oleh penderita anoreksia nervosa, berdasarkan penelitian para ahli di bidangnya. Dengan memahami dampak-dampak ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan salah satu indikator dari kesehatan manusia yang penting untuk di jaga.

Dampak Negatif Anoreksia Nervosa

berikut ini merupakan beberapa dampak yang terjadi ketika individu mengalami anoreksia nervosa.

1. Kesehatan fisik menurun

Salah satu efek yang paling jelas dan berbahaya dari anoreksia nervosa adalah menurunnya kesehatan fisik yang parah yang ditimbulkannya pada penderita. Didorong oleh rasa takut yang kuat untuk menjadi gemuk, penderita anoreksia nervosa sering melakukan pembatasan pola makan yang ekstrem, yang menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan yang parah. Penurunan berat badan yang cepat ini dapat menyebabkan berbagai konsekuensi kesehatan, termasuk berkurangnya kekebalan tubuh, kegagalan organ, gangguan fungsi otak, osteoporosis, dan bahkan kematian. Dr Sarah Thompson, seorang ahli gangguan makan terkemuka, menekankan dampak fisik dari anoreksia nervosa tidak dapat dilebih-lebihkan. Tubuh kekurangan nutrisi penting, ketidakseimbangan hormon, gangguan elektrolit, dan kelainan metabolisme. Efek-efek ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak dapat dipulihkan dan secara signifikan mengurangi kualitas hidup pasien.

2. Tekanan emosional dan psikologis

Anoreksia nervosa mengganggu kesejahteraan emosional dan psikologis pasien, yang mengarah ke keadaan sangat tertekan. Keasyikan yang obsesif terhadap citra tubuh, berat badan dan makanan dapat menyebabkan perasaan bersalah, malu dan tidak berharga. Penderita anoreksia sering mengalami kecemasan ekstrem, depresi, dan perubahan suasana hati, yang semakin memperburuk perubahan suasana hati mereka. Dr Mark Johnson, seorang psikiater yang berspesialisasi dalam gangguan makan, mengatakan Anoreksia nervosa sangat memengaruhi harga diri dan harga diri seseorang. Upaya terus-menerus untuk menjadi kurus dan ketakutan menjadi gemuk, serta siklus pikiran dan perasaan negatif yang terjadi selanjutnya, membuat penderitanya terus berjuang melawan diri sendiri.

3. Isolasi sosial dan hubungan yang menyimpang

Efek negatif anoreksia nervosa tidak hanya membebani individu, tetapi juga hubungan sosial. Sifat anoreksia nervosa yang berbahaya, penarikan diri dari kegiatan sosial dan obsesi terhadap makanan dan berat badan dapat menyebabkan penderitanya mengasingkan diri dari teman dan keluarga. Keengganan mereka untuk mencari bantuan atau mengakui kesusahan mereka sering kali menyebabkan hubungan yang tegang, kesalahpahaman, dan perasaan terisolasi. Psikolog klinis Dr Emily Collins mengatakan Anoreksia nervosa bisa menjadi pengalaman yang mengisolasi. Anda dapat merasa terasing, seolah-olah tidak ada yang memahami perjuangan Anda. Ketika Anda menjadi lebih sibuk dengan makanan dan citra tubuh, menjadi semakin sulit untuk mempertahankan hubungan yang sehat, yang dapat menyebabkan rasa terisolasi yang terus-menerus.

4. Gangguan kognitif dan distorsi citra tubuh

Konsekuensi kognitif dari anoreksia nervosa signifikan dan sering diabaikan. Malnutrisi dan kelaparan dapat mengganggu fungsi kognitif, yang menyebabkan masalah dengan konsentrasi, daya ingat, dan pengambilan keputusan. Selain itu, individu yang terkena dampaknya mengembangkan citra tubuh yang menyimpang, meyakini bahwa mereka kelebihan berat badan, meskipun berat badan mereka sebenarnya kurang.

5. Meningkatnya resiko kematian

Salah satu konsekuensi negatif yang paling serius dari anoreksia nervosa adalah peningkatan resiko kematian. Kombinasi malnutrisi yang parah, kegagalan organ, dan komplikasi fisik lainnya dapat mengancam jiwa. Penelitian telah menunjukkan bahwa penderita anoreksia nervosa memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada gangguan mental lainnya. Dr Samantha Lewis, seorang ahli gangguan makan, menekankan bahwa "tingkat kematian anoreksia nervosa adalah yang tertinggi dari semua gangguan mental dan tidak boleh diremehkan". Kerugian fisik, dikombinasikan dengan tekanan psikologis, bisa berakibat fatal. Intervensi dini dan perawatan komprehensif sangat penting untuk menghindari konsekuensi yang menghancurkan.

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang sangat merusak dengan konsekuensi negatif yang signifikan bagi pasien. Mulai dari kecacatan fisik dan risiko kesehatan hingga tekanan emosional, isolasi sosial, gangguan kognitif, dan peningkatan risiko kematian, anoreksia nervosa memiliki biaya yang sangat besar.

Jika anda ingin mengetahui informasi psikologis, Tes Psikologi Online bisa menjadi salah satu alternatif, tes ini tersedia di platform kami NS Development.