logo PT Nirmala Satya Development
Tes Pauli

Tes Pauli ini kerap dijadikan sebagai salah satu tes dalam seleksi/rekrutmen karyawan suatu perusahaan. Terlebih di perusahaan-perusahaan besar. Dalam proses rekrutmen ini, tes ini kerap dipakai untuk memprediksi kinerja karyawan agar perusahaan dapat memperoleh gambaran sebelum memutuskan untuk memilih karyawan pada suatu posisi tertentu.

Cara Mengerjakan Tes Pauli - Apakah kamu pernah mendengar istilah, “Tes Pauli”? atau apakah kamu pernah mengerjakan tes ini? Ya, tes Pauli sendiri merupakan suatu tes psikologi yang sangat umum dilakukan ketika ada rekrutmen karyawan. Penasaran tentang tes satu ini? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Apa Itu Tes Pauli?

Nama tes ini dinamakan berdasarkan penemunya yakni Richard Pauli. Tes ini ditemukan pada tahun 1938 dan merupakan pengembangan dari tes sebelumnya yakni Tes Kraepelin (yang ditemukan Emil Kraepelin).

Tes Pauli sendiri merupakan deretan angka yang harus kamu hitung dan jumlahkan secara berurutan tanpa melewatkannya satu pun. Jadi, harus urut dan tidak boleh ada yang terlewat.

Berapa jumlah tes pauli? Jumlahnya pun bervariasi, tergantung kebutuhan. Karena bentuk soalnya yang berupa numerik (angka) yang tiap kolomnya bisa mencapai 50 nomor. Maka, jika ditotal jumlah soalnya bisa lebih dari 2000 soal lho! Saat pengerjaan pun, kamu juga akan diberikan batas waktu tertentu. Begitu waktu habis, kamu harus segera pindah ke kolom yang berikutnya!

Karena itulah, ketika mengerjakan tes ini kamu memerlukan fokus dan konsentrasi yang tinggi.

Apa Saja Fungsi Tes Pauli?

Cara Mengerjakan Tes Pauli - Tes Pauli ini kerap dijadikan sebagai salah satu tes dalam seleksi/rekrutmen karyawan suatu perusahaan. Terlebih di perusahaan-perusahaan besar. Dalam proses rekrutmen ini, tes ini kerap dipakai untuk memprediksi kinerja karyawan agar perusahaan dapat memperoleh gambaran sebelum memutuskan untuk memilih karyawan pada suatu posisi tertentu.

Jika hasil tes tersebut konsisten dan kamu bisa menyelesaikannya dengan baik, maka perusahaan juga akan menilai bahwa kamu memiliki kinerja yang baik. Meskipun sebenarnya hal ini tak dapat dijadikan sebagai patokan satu-satunya lantaran masih ada banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Namun, Tes Pauli masih menjadi salah satu tes populer yang masih relevan dan banyak digunakan hingga sekarang.

Selain itu, Tes Pauli ini juga kerap digunakan untuk tes masuk kuliah. Bisa juga digunakan untuk mengukur aspek kepribadian yang berhubungan dengan daya ingat dan kelelahan distraksi.

Cara Mengerjakan Tes Pauli

Cara Mengerjakan Tes Pauli ini cukup sederhana dan tidak serumit tes psikotes lainnya. Meskipun jumlah soalnya terkesan banyak. Namun, soal tersebut sebenarnya sedikit lantaran hanya berupa soal penjumlahan deretan angka.

Nah, ini dia cara mengerjakan tes pauli yang bisa kamu coba :

  • Biasanya para penguji akan menjelaskan tata cara pengerjaan tes pauli ini. Tester juga akan memberikan batas waktu pengerjaan untuk tiap kolom. Tester akan mengunakan timer dan suatu benda untuk menandakan bahwa sesi 1 berakhir. Contohnya, peluit atau lonceng. Begitu peluit/lonceng tersebut dibunyikan, kamu harus segera berpindah ke kolom selanjutnya (kolom sebelah kanan dari kolom yang kamu kerjakan).
  • Setelah penguji selesai menjelaskan. Selanjutnya, kamu harus menunggu aba-aba yang menandakan bahwa tes dimulai. Tes harus dilaksanakan secara serentak. Jangan sampai kamu mendahului ya karena skormu mungkin akan dikurangi kalau kamu curi start.
  • Begitu dimulai, kerjakan dari atas ke bawah secara berurutan jangan sampai ada yang terlewat.
  • Cara mengerjakan tes pauli adalah dengan menjumlahkan angka atas dan bawahnya. Kemudian, hasilnya bisa ditaruh tepat di sisi kanan diantara 2 angka yang dijumlahkan.
  • Jika hasil angka tersebut ada 2 digit, kamu hanya perlu menulis digit terakhirnya saja. Contoh, 7 + 9 = 16. Maka, kamu cukup tulis angka 6.
  • Kerjakan sebanyak yang kamu bisa. Kalau bisa, hasilnya juga harus konsisten ya. Jadi, jangan buat gap terlalu jauh antara hasil kolom satu dengan lainnya.
  • Jika salah, jangan dicoret-coret atau di tipe-x. Selain membuat kertas tesmu jadi tidak rapi, hal tersebut akan membuang banyak waktumu. Kalau salah, cukup coret angka tersebut dengan satu coretan tepat di tengah angka. Kemudian, tuliskan hasil yang benar di sampingnya.
  • Jika aba-aba diberikan lagi, maka kamu harus segera pindah ke jalur berikutnya. Jangan lupa garis bawahi angka yang terakhir kamu jumlahkan.

Itulah cara mengerjakan tes pauli. Karena tes ini merupakan battery test yang memakan cukup banyak waktu dan tenaga. Maka, kamu harus mengerjakannya dalam kondisi yang baik ya serta harus ekstra fokus.

Bagaimana Sistem Penilaian Tes Pauli Ini?

Penilaian tes ini cukup rumit karena penilai perlu menghitung 6 kategori. Kategori tersebut meliputi : jawaban benar, jawaban salah, total perhitungan yang dilakukan, kolom terlewat, jawaban yang diganti, dan juga grafik.

Nah, kalau kamu ingin mengerjakan tes pauli ini akan lebih baik kalau kamu menyiapkan : konsentrasi yang baik, kemampuan untuk berhitung cepat, motivasi, stamina fisik yang baik, respon cepat dalam menulis angka, dan fokus yang baik.

Kesimpulan

Tes pauli adalah salah satu tes psikologi yang sering digunakan dalam proses seleksi karyawan. Cara mengerjakan tes pauli ini cukup mudah lho, kamu hanya perlu menjumlahkan deretan angka-angka numerik. Meskipun begitu, kamu perlu menyiapkan fokus & konsentrasi yang baik.

Anda ingin menggunakan tes pauli diperusahaan anda? Anda dapat menggunakan tes Pauli yang disediakan oleh NS Development. Tes Pauli NS Development diberi nama Tes Krapal (Kraepelin Pauli Online Test) adalah tes Pauli dalam versi psikotes online, yang telah divalidasi penggunaannya oleh psikolog-psikolog NS Development. Gunakan tes krapal Online.