logo PT Nirmala Satya Development
Cara Membaca Hasil Tes MMPI

Tes MMPI banyak digunakan oleh psikiater dan psikolog di Indonesia, karena tes ini memiliki akurasi validitas dan reliabilitas yang tinggi, sehingga sangat terpercaya mampu mengungkap kondisi psikologis.

Skala Mas terdiri dari pernyataan yang mengukurkan tanda-tanda kecemasan yang tampak seperti berkeringat, muka merah, gemetar, dan sebagainya.

Fungsinya: Mengukur manifestasi dari kecemasanUkurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang ekstrover, terbuka, suka pamer, petualang, asertif, percaya diri, suka bersaing dan suka menentang. Sedangkan jika score rendah akan menggambarkan pribadi yang introvert, tertutup, pemalu, konvensional, lugu, kurang percaya diri.

4. Skala Es (Ego Strength scale)

Skala Es terdiri dari pernyataan yang dimaksudkan untuk mengukur sikap individu terhadap, moralitas, penghayatan serta kemampuan individu untuk beradaptasi terhadap ketakutan dan kecemasan yang dialaminya.

Fungsinya: Mengukur kekuatan ego

Ukurannya: Skor diatas 47 menggambarkan pribadi yang tenang, mantap, matang, toleran, alert, percaya diri, mandiri, pandai, ramah, meyakinkan, kompetitif, minatnya luas, oportunis, manipulative. Sedangkan skor dibawah 47 menggambarkan pribadi yang kurang percaya diri, mudah kecewa, mudah putus asa, mudah bingung, banyak mengeluh, kaku dan fanatic.

5. Skala Lb (Low back pain scale)

Skala Lb terdiri dari pernyataan yang mengukur berbagai keluhan fisik yang disebabkan oleh masalah psikologis, perasaan negatif tentang orang lain, kegelisahan, dan kesulitan untuk mengekspresikan sikap dan kepercayaan kepada orang lain. Skala ini hampir sama dengan skala Hs (Skala Klinis).

Fungsinya: Mengukur tingkat keluhan sakit.

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan keadaan yang tidak tenteram, banyak mengeluh, mudah marah, mudah terganggu, kurang perhatian pada agama, mencari kepuasan semu/sementara dan tidak merasa aman (insecure). Skor yang rendah menggambarkan pribadi bahagia, gembira, ceria, tidak mudah (marah /kecewa/ tersinggung), sabar, perhatian terhadap agama (Religius).

6. Skala Ca (Caudality scale)

Skala ini terdiri dari pernyataan yang menggambarkan adanya masalah dalam pengendalian emosi dan kognisi pada pasien dengan parietal damage.

Fungsinya: Mengukur tingkat pengendalian emosi.

Ukurannya: Skor diatas70 menggambarkan pribadi yang merasa cemas, merasa berdosa, sedih, banyak mengeluh, kawatir, takut kehilangan pengendalian diri dan menahan perasaan. Skor rendah menggambarkan pribadi yang tidak cemas, tidak merasa ketakutan, percaya diri, senang, bahagia, mampu mengendalikan perasaan / pikiran / tindakan.

7. Skala Dy (Dependence scale)

Skala Dy terdiri dari pernyataan yang menggambarkan adanya kebutuhan yang kuat akan ketergantungan (defendensi).

Fungsinya: Mengukur tingkat ketergantungan pada orang lain

Ukurannya: Skor diatas 65 menggambarkan ketergantungan, mudah salah faham, merasa tidak bahagia, sengsara, kurang percaya diri, pemalu namun percaya pada agamanya. Sedangkan score rendah menggambarkan kemandirian, keras pendirian, mudah mengerti, bahagia, sabar dalam menghadapi segala masalah atau situasi, namun kurang perhatian pada agamanya.

8. Skala Do (Dominance scale)

Skala Do terdiri dari pernyataan yang mengambarkan individu yang lebih kuat dalam situasi berhadapan langsung secara pribadi, merasa aman, dan percaya diri.

Fungsinya: Mengukur tingkat dominan/kemandirian

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadian yang meyakinkan, percaya diri, optimis, bebas/tak ada beban mental, realistis, senang pada tugas, selalu siap, kuat pendirian dan memperhatikan tata susila. Sedangkan skor rendah mengggambarkan kurang percaya diri, pesimis, tidak efisien, tidak pandai menghadapi masalah, masa bodoh, tidak pandai membaca situasi, egois, menuruti kemauan sendiri.

9. Skala Re (Social responsibility scale)

Skala Re terdiri dari pernyataan yang dimaksudkan untuk mengukur kesediaan individu menerima konsekuensi dari perilaku diri sendiri, integritas dan tanggung jawab individu terhadap kelompok.

Fungsinya: Mengukur rasa tanggungjawab

Ukurannya: Skor diatas 50 menggambarkan priadi yang punya pertimbangan yang kuat, sangat perhatian terhadap etika dan moral, serius, tidak senang hura-hura, sederhana dan percaya diri. Skor rendah menggambarkan pribadi yang kurang pertimbangan, kurang perhatian terhadap etika dan moral, kurang percaya diri dan orang lain, tidak mudah bersatu atau bekerja secara kelompok.

10. Skala Pr (Prejudice scale)

Skala Pr terdiri dari pernyataan yang dimaksudkan untuk mengukur tingkat toleransi dan prasangka individu dalam pendapat dan keyakinan mereka.

Fungsinya: Mengukut tingkat prasangka

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang sempit pengetahuan, pesimis, mudah putus asa, tak percaya orang lain, kurang pendirian, takut dieksploitasi orang lain, curiga, bermusuhan, dan pendendam. Skor rendah menggambarkan luas pengetahuan, optimis, percaya sesama, puas dengan hasil pekerjaannya sendiri.

11. Skala St (Social status scale)

Skala St terdiri dari pernyataan yang menggambarkan kebutuhan seseorang akan kehidupan yang lebih baik, seperti tempat tinggal atau pekerjaan yang lebih baik.

Fungsinya: Memahami Keadaan sosial

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang kurang efektif, pesimis, curiga, kawatir, cemas, banyak mengeluh, merasa kehidupannya tertekan terus. Sedangkan skor rendah akan menggambarkan sikap yang optimis, percaya diri, percaya pada orang lain, tenang, sabar, tanggap, efektif.

12. Skala Cn (control scale)

Skala Cn terdiri dari pernyataan yang mengukur sejauhmana individu mau membuka masalahnya pada orang lain.

Fungsinya: Mengukur tingkat control individu

Ukurannya: Skor Cn di atas 70 menggambarkan pribadi yang realistis, pandai, terbuka, tabah, sabar, maju, tidak fanatic. Sedangkan skor rendah akan menggambar sebagai pribadi yang fanatik, tak banyak mengenal lingkungan, kolot, konvensional, taat pada adat.

 

SKALA KLINIS

Skala-skala yang termasuk kelompok skala klinis adalah Skala Hs, Skala D, Skala Hy, Skala Pd, Skala Mf, Skala Pa, Skala Pt, Skala Sc, Skala Ma, skala Si dan lain-lain

Berikut penjelasan lengkap skala-skala klinis:

1. Skala Hs (Hypochondriasis scale)

Skala Hs terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi gangguan fisik dan fungsi tubuh.

Fungsinya: Mengukur tingkat keluhan fisik

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan banyak keluhan fisik, minta perhatian, cemas, pesimis, defensif, sinis, mudah marah, selalu merasa tak puas, merasa tidak bahagia, tidak pandai, tidak berambisi. Sedangkan skor rendah Hs menggambarkan bebas, optimis, perasa / sensitif, peka terhadap diri dan lingkungan, efektif dalam kehidupannya.

2. Skala D (Depression scale)

Skala D terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi depresi.

Fungsi skala: Menggambarkan tingkat depresi (sedih, tingkat bahagia atau tertekan)

Ukurannya: Skor tinggi menggambarkan pribadi sedang sedih, kecut, pesimis, tidak tenteram, tidak percaya diri/orang lain, kurang bijaksana, lamban dalam bertindak. Sedangkan skor rendah menggambar pribadi yang bebas, tenteram, tenang, percaya diri, mampu bersaing, bertanggung jawab, pandai, ceria, dapat memimpin.

3. Skala Hy (Histeria scale)

Skala ini terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi histeria, skor yang tinggi menunjukkan ketidak-matangan, represi yang bersifat histeris, mudah terpengaruh oleh sugesti dan mudah bereaksi secara emosional.

Fungsinya: Mengukur tingkat reaksi terhadap stress.

Ukurannya: Skor tinggi pada skala Hy menggambarkan pribadi yang tidak banyak mengeluh, tidak mudah sedih, tidak mudah putus asa, mampu menahan diri, mudah bekerja dalam kelompok. Sedangkan skor rendah menggambarkan pribadi yang terpaku, lugu, kaku, malas, menentang kepemimpinan, kurang ramah, kurang percaya diri / orang lain.

4. Skala Pd (Psychopathic deviate scale)

Skala Pd terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi kecenderungan seorang yang tidak memiliki nilai-nilai sosial, kurang dapat belajar dari pengalaman dan mempunyai kesulitan untuk mempunyai hubungan interpersonal yang menetap.

Fungsinya: Mengukur tingkat psikopati

Ukurannya: Skor Pd diatas 70 menggambarkan pribadi yang suka hura-hura, suka bohong, tidak jujur, perilaku seksual berlebihan, impulsif, tidak berencana, kurang matang (kekanak-kanakan), egois, lihai, aktif, enerjik, petualang, banyak bicara, mudah bosan dan agresif. Skor rendah (kuran dari 45) menggambarkan pribadi yang pasif, kaku. penurut, patuh, picik, menerima kepemimpinan, persisten, kurang spontan, kurang kreatif, tidak puas dengan dirinya, takut pada lawan jenis.

5. Skala Mf (Mafe-Female Interest scale)

Skala Mf terdiri dari pernyataan-pernyataan untuk wanita dan pria yang menggambarkan minat dan perhatian terhadap orang dengan jenis kelamin yang berlainan.

Fungsinya: Mengukur orientasi feminin pada laki-laki dan orientasi maskulin pada wanita

Ukurannya:

Pada Pria, skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang konflik terhadap identitas jenisnya, insecure terhadap peran laki-laki, feminin, tertarik pada seni dan keindahan, ambisius, kompetitif, cerdas, cemerlang, senang berorganisasi, kreatif, senang berpetualang, sensitif, imajinatif, toleran, individualistik dalam memecahkan masalah, rasa ingin tahu besar. Skor yang rendah pada pria menggambarkan kejantanan, perkasa, agresif, kasar, vulgar, kemampuan intelektual terbatas, minatnya sempit, kaku dalam memecahkan masalah, praktis, humor, pemahaman diri rendah.

Pada Wanita, skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang menolak peran wanita, maskulin dalam minat,  pekerjaan,  hobi, kesenangan, aktif, asertif, kuat, kasar, keras kemauan, percaya diri, perhitungan, logis, menuruti kemauan sendiri, kurang ramah. Skor rendah pada wanita menggambarkan sebagai pribadi yang ramah, serba bisa, kompeten, inteligen, penuh pertimbangan, sensitif, memperhatikan peran kewanitaan / keibuan.

6. Skala Pa (Paranoid scale)

Skala Pa terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi kecurigaan, merasa dikejar dan gejala-gejala paranoid lain.

Fungsinya: Mengukur tingkat Paranoia : Curiga, bermusuhan

Ukurannya: Skor diatas 75 menggambarkan perilakunya penuh kecurigaan dan pola perilakunya terganggu secara keseluruhan (patologis). Sedangkan skor di bawah 35 memperlihatkan perilaku menarik diri, pemalu, defensif, curiga, cemburu, iri, dengki dan agresif.

7. Skala Pt (Psychasthenia scale)

Skala Pt terdiri dari pernyataan yang menggambarkan sindrom neurotik seperti fobia, obsesi dan kompulsi.

Fungsinya: Mengukur tingkat  cemas, kawatir, takut dan obsesif.

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang merasa tidak nyaman, cemas, tegang, kawatir, takut, tak dapat konsentrasi, termenung, obsesif, dependent, lugu, individualistic. Sedangkan skor Pt yang rendah menggambarkan rasa percaya diri, bebas, tak ada beban,  minat yang banyak, bertanggung jawab, efisien, realistik, adaptif, berusaha mencari keberhasilan.

8. Skala Sc (Schizophrenia scale)

Skala Sc terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi psikopatologi pikiran yang tidak biasa dan aneh dan perilaku yang banyak kaitannya dengan skizopfrenia.

Fungsinya: Mengidentifikasi pikiran yang kacau, menarik diri, atau ide/pikiran yang aneh.

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang mudah bingung, kurang pertimbangan, merasa tersisih, mudah salah pengertian, tak merasa diterima kelompok / bagian dari kelompok, malu, menyendiri, rendah diri, banyak melamun. Sedangkan skor Sc yang rendah menggambarkan orang yang ramah, sensitif, percaya diri/orang lain, gembira, bertanggung jawab, praktis, realistis, berusaha memperjuangkan keberhasilan baik dalam status maupun kekuasaan.

9. Skala Ma (Hypomania scale)

Skala Ma terdiri dari pernyataan yang menggambarkan dimensi hipomania, emosionalitas, impulsivitas, pikiran-pikiran dan aktivitas yang berlebih.

Fungsinya: hipomania (impulsif, rekasi terhadap rangsangan).

Ukurannya: Skor Ma yang lebih dari 70 menggambarkan pribadi yang labil, mudah bingung, tak terkendali, tegang, takut, mudah bosan, tidak tenteram, aktif, enerjik, banyak bicara dan terbuka. Sedangkan skala Ma yang rendah menggambarkan pribadi yang lemah, apatis, tertutup, terkendali, pendiam, lamban, kurang enerjik, kurang komunikatif.

10. Skala Si (Introversi sosial)

Skala Si terdiri dari pernyataan yang mengambarkan dimensi minat untuk berpartisipasi secara sosial.

Fungsinya: Mengur minat social

Ukurannya: Skor diatas 70 menggambarkan pribadi yang introvert, tertutup, kurang percaya diri, pemalu, kaku, sensitif, terkendali, menerima kepemimpinan (patuh). Sedangkan skor rendah menggambarkan pribadi yang extrovert,  terbuka, banyak teman, ramah, aktif, enerjik, flexible, percaya diri dan bebas.

-----------------

Itulah cara membaca hasil tes MMPI. Sangat panjang dan memiliki skala yang banyak. Mungkin diantara pembaca tulisan ini juga merasa bingung, bagaimana cara mengambil kesimpulan, dari sekian banyak skala yang ada.

Jika ingin mendapatkan deskripsi lengkap tes MMPI, anda dapat mengikuti tes MMPI Online NS Development. Aplikasi tes MMPI NS Development sangat mudah dan dapat diakses dimana saja, via desktop ataupun mobile phone. Hasill tes akan didapatkan maksimal 1 x 24 jam, dan dapat didownload didalam sistem dalam bentuk file pdf.

Berminat mengikuti atau melakukan retest (tes ulang) MMPI Online, anda dapat registrasi di sini… Tes MMPI Online.

<<< Kembali ke halaman sebelumnya